Situs informasi kemiliteran populer, Militerium.Com Militerium.Com
popular military related information portal
Main Menu
  • Main Menu
  • General
  • Army
  • Navy
  • Air Force
  • Law Enforcements
  • References
  • Glossary
  • Downloads
  • Web Links
  • News Archive
  • Search

  • Community
  • Gallery
  • Forums
  • Mailing List
  • Comments
  • Polls

  • Partners
  • Airsoft-Id.Com
  • AirsoftLand.Com
  • Military-Id.Com

  • Counter
    Visitor

    Get Involved





       
    Welcome to our website
    To take full advantage of all features you need to login or register. Registration is completely free and takes only a few seconds.

    Army
     » Minute Of Arc (MOA) dalam Penemb...
     » Penyamaran Petembak Runduk
     » PT-91M Tank Tempur Utama Malaysia
     » PT. DI serahkan NC-212 ke Angkat...
     » TNI Siap Bergabung Dalam Pasukan...
     » Pasukan Khusus AD Malaysia
     » Kontingen Garuda XXlll A di Lib...
     » Pansrod Austria
     » Senapan Serbu M468
     » Arjun, Tank Utama India
    Navy
     » Patroli Perairan
     » TNI-AL Terima Helikopter 105CB
     » TNI-AL Intensifkan Komunikasi de...
     » Masalah Pengadaan Helikopter MI-...
     » PT. PAL bangun dua kapal perang LPD
     » Ambalat Block
     » Kapal Selam Taiwan
     » Mortir 120mm untuk USMC
     » Kapal Perang Angkatan Laut AS Ma...
     » Frigat Formidable AL Singapura
    Air Force
     » JAS-39 Gripen Swedia
     » F-18 Super Hornet
     » Pesawat Patroli Dari Brazil
     » Peringatan HUT ke 61 TNI-AU
     » TNI-AU dan AU Australia Kerja Sa...
     » TNI-AU Siaga SAR 24 Jam
     » Alut Sista Hanud Polandia
     » Pesawat Angkut Taktis
     » MI-8/MI-17 Helikopter Multimisi ...
     » Paris Airshow 2005

    F-18 Super Hornet
    Posted by Militerium on: 2007-04-14 14:50:13
    Pada artikel yang lalu kami beritakan bahwa pesawat tempur moderen F/A-18E/F Super Hornet sudah memasuki kawasan ini. Antara lain akan dioperasikan oleh Australia (24 pesawat) dan juga Malaysia (kontemplasi dari sudah memliki F/A-18D), sementara Singapura segera akan menerima F-15T.

    F/A-18E/F Super Hornet merupakan modernisasi dari pesawat tempur pangkal darat dan kapal laut. Pengembangan Super Hornet tidak lepas dari kebutuhan US Navy untuk program Joint Strike Fighters (F-35C) yang melibatkan pihak Boeing. Diberitakan bahwa dalam program JSF pihak US Navy memiliki kebutuhan antara 28 sampai 100 unit F/A-18E/F, hal ini merupakan kompensasi dari pengistirahatan pesawat tempur F-14 (2006) dan EA-6B Prowler.

    AE-18G

    Sampai 20 Januari 2007 pihak Boeing telah menyerahkan 300 unit sesuai dengan program pembelian multiyear pertama (MYP-1). MYP-2 merupakan paket pembelian 210 unit F/A-18E/F untuk penyerahan tahun 2007-2010, termasuk awal produksi EA-18G. Maka pada akhir tahun 2006 pihak US Navy mengharapkan sengan produksi tahun 2012-2014 dengan akhir 70 unit, akan dimiliki total 552 unit F/A-18E/F termasuk 90 unit EA-18G (tidak termasuk 20 unit pesanan tahun fiscal 2008).
    AE-18G
    Pada F/A-18E/F juga terdapat perubahan bentuk air intake, dari bentuk oval menjadi bentuk angular.Sampai 20 Januari 2007 pihak Boeing telah menyerahkan 300 unit sesuai dengan program pembelian multiyear pertama (MYP-1). MYP-2 merupakan paket pembelian 210 unit F/A-18E/F untuk penyerahan tahun 2007-2010, termasuk awal produksi EA-18G. Maka pada akhir tahun 2006 pihak US Navy mengharapkan sengan produksi tahun 2012-2014 dengan akhir 70 unit, akan dimiliki total 552 unit F/A-18E/F termasuk 90 unit EA-18G (tidak termasuk 20 unit pesanan tahun fiscal 2008).

    Pada F/A-18E/F juga terdapat perubahan bentuk air intake, dari bentuk oval menjadi bentuk angular.

    APG-79 AESA

    Pada produksi Block I, fuselage bagian depan hanya merupakan subassembly dari F/A-18C/D. Exernal shape dari Block 2 EFF (enhanced forward fuselage) tidak diganti, tetapi bagian dalamnya sama sekali berbeda. Pada Block 2 EFF nose-cone dapat menampung radar baru yaitu APG-79 EASA (active electronically scanned array) dari Raytheon. Serta beberapa penggantian peralatan avionic (aviation electronic). APG-79 merupakan pengganti dari APG-73, memiliki kemampuan kombinasi GMTI (ground moving target indication) dan SAR (Synthetic Aperture Radar).

    Dengan pergantian APF-73 dengan APG-79, maka peluncuran rudal seperti AIM-120 AMRAAM (Advanced Medium Range Air-to-Air Missile) akan dapat dilekukan dengan lebih sempurna. APG-79 AESA beroperasi pada I-band (8 sampai 12 GHz) pulse-doppler.

    AN/APG-73

    Pada pesawat versi bertempat duduk ganda (tandem), radar ini dapat digunakan sekaligus baik oleh pilot maupun oleh WSO (weapon system operator). WSO dapat menggunakan radar pada mode air-toground, sementara pilot menggunakan mode monitor air situation.

    Radar ini memiliki mode electronic protection (EP), electronic attack (EA) dan electronic support (ES).

    FLIR pod

    Perangkan sensor baru lainnya adalah pod pencari target ATFLIR (Advanced Targeting Forward-Looking Infrared) AN/ASQ-228 dari raytheon. ATFLIR merupakan multi sensor, electro-optical targeting pod dengan infra-merah, low-light kamera TV, laser rangfinder/target designator, dan laser spot tracker. Digunakan untuk pembantu navigasi dan targeting pesawat militer dalam berbagai kondisi cuaca dan penggunaan precision-guided weapon seperti LGB (laser guided bomb). AN/ASQ-228 merupakan pengganti AN/AAS-38 Nite Hawk.

    Pod AN/ASQ-228 berukuran panjang 183 cm, berat 191 kg, dengan slant range 48 km, dan dapat beroperasi sampai batas ketinggian 15.240 meter (50.000 kaki) dari permukaan bumi.

    Informasi sensor dapat dilihat oleh awak pesawat melalui layar saji konvensional yang ada di cockpit dan VSI (Vision System International) yang terdapat pada sistem helmet joint helmet mounted cueing system (JHMCS).

    Faktor lain dari penampilan F/A-18E/F Super Hornet Block 2 adalah versi F dengan dua awak, memiliki kemampuan tempur yang unik. Kedua awak dilengkapi dengan JHMCS, dan pada cockpit belakang dilengkapi dengan layar saji berukuran 250x200mm.

    Dengan perlengkapan baru Super Hornet akan dapat melakukan misi secara lebih efektif dan akurat dalam menghadapi lawan.
    News Source: Maliharu

    batrez
     Posted on: 2007-11-19 12:46:21
    kalo kata seorang pilot kanada yang bernah gue baca artikelnya, F-18 E/F super hornet itu PRODUK GAGAL.

    Comment #1


    Elan
     Posted on: 2008-01-17 20:40:46
    Ya kalo kepot2an jarak deket sih termasuk produk gagal...

    Gak tau kalo duel BVR-nya.. Tapi kayaknya lebih diprioritasin ngebom ya?

    Comment #2



    Post New Comment
    Note: This site does not allow anonymous comments. Registered members can login here to participate.
    Icon:
                     
                     
    Message:
    Include my profile signature.
    Disable smilies in this post.
    Disable block tag code.
    Add [url] tag at URLs.


     
    User
  • Register
  • Login
  • Control Panel
  • Private Messages
  • Submit News
  • Submit File
  • Logout

  • Online Users
    There are currently 5 user(s) online on this website

    M I L I T E R I U M
    Situs Informasi Kemiliteran Populer Indonesia
    Copyright © 2004 - 2007, Militerium.Com. Allright Reserved.