Situs informasi kemiliteran populer, Militerium.Com Militerium.Com
popular military related information portal
Main Menu
  • Main Menu
  • General
  • Army
  • Navy
  • Air Force
  • Law Enforcements
  • References
  • Glossary
  • Downloads
  • Web Links
  • News Archive
  • Search

  • Community
  • Gallery
  • Forums
  • Mailing List
  • Comments
  • Polls

  • Partners
  • Airsoft-Id.Com
  • AirsoftLand.Com
  • Military-Id.Com

  • Counter
    Visitor

    Get Involved





       
    Welcome to our website
    To take full advantage of all features you need to login or register. Registration is completely free and takes only a few seconds.

    Army
     » Minute Of Arc (MOA) dalam Penemb...
     » Penyamaran Petembak Runduk
     » PT-91M Tank Tempur Utama Malaysia
     » PT. DI serahkan NC-212 ke Angkat...
     » TNI Siap Bergabung Dalam Pasukan...
     » Pasukan Khusus AD Malaysia
     » Kontingen Garuda XXlll A di Lib...
     » Pansrod Austria
     » Senapan Serbu M468
     » Arjun, Tank Utama India
    Navy
     » Patroli Perairan
     » TNI-AL Terima Helikopter 105CB
     » TNI-AL Intensifkan Komunikasi de...
     » Masalah Pengadaan Helikopter MI-...
     » PT. PAL bangun dua kapal perang LPD
     » Ambalat Block
     » Kapal Selam Taiwan
     » Mortir 120mm untuk USMC
     » Kapal Perang Angkatan Laut AS Ma...
     » Frigat Formidable AL Singapura
    Air Force
     » JAS-39 Gripen Swedia
     » F-18 Super Hornet
     » Pesawat Patroli Dari Brazil
     » Peringatan HUT ke 61 TNI-AU
     » TNI-AU dan AU Australia Kerja Sa...
     » TNI-AU Siaga SAR 24 Jam
     » Alut Sista Hanud Polandia
     » Pesawat Angkut Taktis
     » MI-8/MI-17 Helikopter Multimisi ...
     » Paris Airshow 2005

    JAS-39 Gripen Swedia
    Posted by Militerium on: 2007-04-15 12:00:22
    GRIPEN salah satu pesaat tempur multi-peran dari Eropa, dirancang sejak awal 1980an dan di poduksi oleh industri SAAB dari Swedia untuk pertamakali diluncurkan pada tahun 1988, dan akan menggantikan pesawat tempur terdahulunya Viggen dan Draken.

    Pengembangan selanjutnya dilakukan bersama antara SAAB, Ericson Microwave Systems, Volvo Aero Corp. SAAB Avionics dan FFV Aerotech. Lalu dibentuk perusahaan Gripen International (SAAB & BAE Systems) untuk pemasaran internasional. BAE Systems terlibat dalam pembuatan main landing gear dan wing attachment unit.Produk pesawat tempur ini kemudian muncul dalam dua versi, JAS 39A versi awak tunggal dan JAS 39B versi dua awak, untuk latihan.

    JAS 39B memiliki perangkat avionic dan persenjataan yang sama dengan JAS 39A. Adalagi varian JAS 39C, versi satu awak Batch 3 dan merupakan standar ekspor. JAS 39C memiliki layar saji cockpit berwarna on-board oxygen generation system (OBOGS) dan in-flight regueling system. JAS 39D merupakan versi dua awak dengan upgrade yang serupa dengan JAS 39C.

    AU Swedia mengoperasikan 204 unit Gripen (28 unit versi dua awak), operator lainnya adalah Afrika Selatan, Hongaria dan Republik Ceko.

    Produk pesawat tempur ini kemudian muncul dalam dua versi, JAS 39A versi awak tunggal dan JAS 39B versi dua awak, untuk latihan. JAS 39B memiliki perangkat avionic dan persenjataan yang sama dengan JAS 39A. Adalagi varian JAS 39C, versi satu awak Batch 3 dan merupakan standar ekspor. JAS 39C memiliki layar saji cockpit berwarna on-board oxygen generation system (OBOGS) dan in-flight regueling system. JAS 39D merupakan versi dua awak dengan upgrade yang serupa dengan JAS 39C.

    AU Swedia mengoperasikan 204 unit Gripen (28 unit versi dua awak), operator lainnya adalah Afrika Selatan, Hongaria dan Republik Ceko.

    Gripen termasuk pesawat tempur yang handal dan untuk mendarat/tinggal landas tidak memerlukan landas pacu yang panjang dan persiapan apapun, Gripen dapat didaratkan di jalan raya (kondisi jalan Eropa Barat).

    Cockpit dilengkapi dengan electronic display EP-17 dari SAAB Avionics dengan tiga display wide-angle multi-fungsi, 22x28 derajat diffraction HUD. Pusat head-down display memberikan data taktis superimposed peta digital dari komputer. Layar saji pada sisi kiri dan kanan memberikan data penerbangan dan data target dari perangkat sensor.

    Pilot dilengkapi dengan helmet khusus dengan nama Cobra berupa Integrated Helmet-Mounted Display System (IHMD) yang pengembanganya dibuat untuk pilot pesawat Typhoon dari Eurofighter. Helmet ini dikembangkan oleh BAE Systems, SAAB Aerospace dan Denel Cumulus.

    Sistem kendali kritis (misalkan, senjada dan komunikasi) digabung pada throttle untuk operasi HADES (hands-on throttle and stick). Kendali penerbangan berupa triplex fly-by-wire syspem dari BAE Astronics dan Lockheed Martin.

    PERSENJATAAN
    Gripen memiliki external hardpoint untuk membaa beban senjata: satu pada masing-masing wingtip, masing-masing dua pada bagian bawah setiap sayap dan satu pada bagian tengah fuselage. Rudal yang dapat dibawa antara lain, rudal udara-ke-udara MICA, AIM-120 AMRAAM, AIM-9L Sidewinder, IRIS-T, BVR Meteor. Rudal udara-ke-permukaan seperti rudal anti kapal RBS15F, Maveric dan sejenisnya.

    Senjata internal pesawat berupa senapan mesin Mauser 27mm beroperasi secara otomatis dengan dukungan pembidikan radar. Stand-off dispenser DF39 dan Pod rocket ARAK 70 dari Bofors.

    Perlindungan diri lainnya berupa perangkat Pernika EWS 39, memberikan radar warning, ESM dan chaff/flare decoy dispencer.

    PERANGKAT SENSOR
    Radar jarak jauh PS-05 dari Ericsson, berupa radar multi-purpose pulse Doppler dengan mode operasi udara-ke-udara untuk pencarian jarak jauh, multi-target track-while-scan, multiple priority target tracking, air combat quick search mode, analisa serangan dan BVR missile mid-course updates. Mode udara-ke-permukaan termasuk identifikasi target jarak jauh, multiple priority target tracking, high-resolution, real beam mapping, air-to-surface ranging and Doppler beam sharpening (DBS).

    Dilengkapi juga dengan sensor FLIR dan IR-Otis infrared search/track system (IRST). Kedepan Gripen dilengkapi dengan pod modular reconnaissance, termasuk sensor infra-merah Recon/Optical CA270.

    PERANGKAT KOMUNIKASI
    Tx/Rx VHF/UHF dari SAAB Tech Vectronic dan IFF TSC 2000 dari Thales. Datalink air-to-air untuk pertukaran data taktis dalam unit secara real-time. Dalam peran serbu dan pengintaian, datalink memungkinkan bagi radar untuk mengendalikan data permukaan untuk dikirim dari sat pesawat Gripen ke sekelompok radar-silent pesawat penyerbu.
    MESIN. Mesin Volvo Aero RM21 dikembangkan dari GE F404, dengan control digital yang secara otomatis memonitor parameter mesin serta bila diperlukan secara otomatis dapat memindahkan ke sistem back-up.


    SPESIFIKASI
    Bentang sayap termasuk peluncur: 8,4 meter
    Panjang pesawat: 14,1 meter
    Tinggi: 4,5 meter
    Wheel track: 2,4 meter
    Wheel base: 5,2 meter
    Bobot take-off (dalam konfigurasi dasar): 8,5 ton
    Bobot take-off maksimum: 14 ton
    Kecepatan: Supersonic pada berbagai ketinggian

    Kemampuan Gripen cukup diandalkan oleh industri pesawat tempur Eropa, hal ini dibuktikan antara lain, dalam program pengembangan sistem senjata rudal udara-ke-uadara untuk pesawat tempur Typhoon, pesawat yang dipilih akhirnya jatuh kepada Gripen.

    Sista rudal baru tersebut adalah Meteor yang masuk kategori BVRAAM (beyond visual range air-to-air missile) yang sedangkan dikembangkan oleh pihak MBDA, dan pelaksanaan pengujian dilakukan di Benbecula. Meteor merupakan rudal pesanan Kementrian Pertahanan Inggris untuk mempersenjatai pesawat Typhoon. Dimana saat ini tim penguji dari SAAB Aerosystems sudah berada di Inggris untuk mempersiapkan pengujian peluncuran Meteor dari pesawat Gripen.

    Selanjutnya pengujian akan dilakukan di Swedia (Tempat latiha penembakan pesawat di Vidsel) dimana akan dilakukan pengujian penembakan rudal terhadap target terbang dengan menggunakan sistem datalink yang juga dikembangkan oleh pihak SAAB. Pesawat yang akan digunakan adalah dari versi C/D.
    News Source: Maliharu

    rafael_bep
     Posted on: 2007-06-23 01:35:03
    Ayo..Indonesia musti beli..katanya di wikipedia.com ada analisa kita akan beli pesawat ini buat gantikan f-16 lowh..ayo beli2...

    Comment #1


    batrez
     Posted on: 2007-11-19 12:34:56
    wah gue lebih setuju f16 digantiin aja MiG35 dari pada JAS-39. udah ketauan combat provent lagian murah dan kagak rewel. enatah kenapa gue ga suka ma teknologi blok barat, banyak yg label combat proventnya kaga jelas. kaya f16 katanya combat provent terbukti waktu dipake israel. jelas aja menang wong lawan pesawat sekelas MiG17,19 dan 21 yang udah ujur lagian pilot suriah cs sangat bergantung dengan kendali darat, sedang radar darat di jaming. nah ini sekelumit dogfight dalam combat training video yang dah pernah gue liat(beneran lo) f16 amerika vs MiG29 jerman = F16 keok, SU27 russia vs F15 amerika = f15 keok, F18 swiss vs MiG 29 jerman = F18 keok. jadi teknologi kagak selamanya penentu kemenangan dalamdog fight.

    Comment #2


    Elan
     Posted on: 2008-01-17 21:03:06
    Beli Rafale ajah...

    Cakep en maut.. HEHEHEHE...

    Comment #3



    Post New Comment
    Note: This site does not allow anonymous comments. Registered members can login here to participate.
    Icon:
                     
                     
    Message:
    Include my profile signature.
    Disable smilies in this post.
    Disable block tag code.
    Add [url] tag at URLs.


     
    User
  • Register
  • Login
  • Control Panel
  • Private Messages
  • Submit News
  • Submit File
  • Logout

  • Online Users
    There are currently 5 user(s) online on this website

    M I L I T E R I U M
    Situs Informasi Kemiliteran Populer Indonesia
    Copyright © 2004 - 2007, Militerium.Com. Allright Reserved.