Malaysia diberitakan telah membeli 48 unit Tank Tempur Utama (MBT) PT-91M sebanyak 48 unit, lengkap berikut kekuatan pendukungnya sejumlah 6 unit kendaraan bengkel WZT-4, 5 unit PMC-90 Leguan Ran Jembatan, dan 3 unit OBRUM Gliwice MID-M obstacle-breaching vehicle. Total nilai kontrak dengan pihak Bumar-Polandia yang di Malaysia diwakili oleh MMC Defence sebesar 1,4 milyar Ringgit atau setara dengan 368 juta Dollar Amerika.
PT-91M pesanan Malaysia dilengkapi dengan sistem komputer pengendali
penembakan SAVAN-15 dari Sagem, Perancis, Battle Management and
Navigation System ‘Epsilon’ juga dari Sagem, dan penggerak elektronik
untuk turret EPS-2 dari EADS.
Pengujian akhir untuk pelaksanaan produksi kontrak telah dilakukan pada
21 Maret 2007 yang lalu, dan disetujui untuk segera diproduksi dalam
jumlah sesuai kontrak.
Dan tiga unit produksi standar dijadwalkan akan
selesai pada bulan Mei untuk digunakan sebagai sarana pelatihan di
Polandia bagi 15 personil awak tank dari AD Malaysia. Dan enam unit
direncanakan akan berpartisipasi pada Hari Kemerdekaan Malaysia pada
tanggal 31 Agustus mendatang. Tank ini akan masuk dalam jajaran Resimen
Lapis Baja ke-11 ‘Gemas’ dari Kor Armor DiRaja.
Pada proses pembelian, pihak Bumar sudah mengirimkan unit uji-coba untuk dioperasikan di Malaysia (prototype PT-91M improvement), guna menjelajahi medan operasi yang ada diwilayah Malaysia dan telah mengarungi jarak tempuh sekitar 2.100 km. Dan dilanjutkan dengan pengujian tahap lanjut di Polandia, termasuk pelaksanaan penembakan oleh personil dari Malaysia.
Pemilihan PT-91 Twardy (PT-91 Hardy, artinya resilient) oleh pemerintah Malaysia diputuskan pada tahun 2003, merupakan Tank Tempur Utama yang pertama bagi jajaran angkatan bersenjata Malaysia. Spesifikasi PT-91M berasal dari PT-91/PT-91ª Polandia yang dikembangkan dari T-72M1 Rusia. PT-91 memiliki penyempurnaan pada sistem proteksi, sistem kendali penembakan dan mesin.