|
Pesawat Patroli Dari Brazil
Posted on: 2007-04-14 03:38:09 Industri pesawat udara Embraer dari Brazil cukup memiliki reputasi internasional dalam berbagai produknya. Dari pesawat jet sipil untuk eksekutif sampai kepada pesawat militer baik untuk misi tempur maupun misi patroli udara. Berbagai produk unggulan telah memasuki pasar internasional, antara lain pesawat peringatan dini (AEW) EMB-145A/R sampai pada pesawat pengintai perbatasan. Salah satunya adalah EMB-145 untuk program SIVAM.
SIVAM Program proyek SIVAM (Sistema de Vigilancia de Amazonia) merupakan proyek perancangan pesawat patroli untuk memonitor akosistem kawasan Amazon dan akibat bagi aktivitas manusia disekitar kawasan tersebut. Dengan menggunakan platform pesawat EMB-145 buatan pabrik pesawat Embraer. SIVAM atau SIPAM – Amazonia Protection System, juga bergunaka untuk melakukan pengatan atas wilayah perbatasan Brazil disepanjang aliran sungai Amazon. Program SIVAM pertama kali diperkenalkan pada tahun 1992. EMB-145S/R. Pesawat EMB-145S/R (surveillance/Reconnaissance) merupakan pesawat patroli yang dilengkapi dengan berbagai peralatan sensor. Pesawat udara buatan Embraer pada umumnya memiliki kenyamanan yang tinggi, seperti yang pernah penulis alami, perancangan interior pada pesawat-pesawat produksi Embraer sangat cocok untuk penempatan peralatan elektronika yang canggih. Pembagian ruang monitor didalam pesawat dirancang sedemikian rupa sehingga awak operator peralatan tidak mudah mengalami kejenuhan. Pengembangan akhir dari peralatan sensor dan sistem. Intuk misi IMINT (Imagery Intelligence) pesawat dilengkapi dengan sensor RF, E/O dan IR. Radar Apertur sintetik merupakan radar sensor multi-mode yang dapat beroperasi pada siasng dan malam hari dan dalam berbagai kondisi cuaca. Pada mode MAP dual band SAR mampu menghasilkan gambar peta tiga dimensi dan polarimetrik yang memberikan gambaran analisa untuk berbagai respon dari gambar yang sama.
Dengan mengkombinasikan kemampuan sistem pemroses data didalam pesawat, SAR akan mampu menghasilkan gambar ereal daratan dalam waktu singkat. Dalam mode pengintaian MTI mampu mendeteksi dan menjejaki setiap gerakan target didarat atau permukaan sungai walaupun bergerak dengan lamban. Sensor electro-optical dengan kemampuan multispectral scanner yang menterjemahkan gambar dari pandangan mata ke spektrum thermal infra-merah. Sistem FLIR dilengkapi dengan set sensor gambar, semua gambar yang dikumpulkan dapat diproses seketika (real-time) atau direkam untuk kebutuhan analisa di darat. Sistem juga dilengkapi dengan SIGINT (Signal Intelligence) yang dapat memonitor dan melokalisir sumber sinyal electromagnetic pada jarak jauh. Semua data yang diperoleh oleh perangkat sensor dipesawat dapat disalurkan ke stasiun pengawasan di darat dengan seketika melalui sistem data-link wideband. AEW (Airborne Eaerly Warning). Misi utama dari AEW adlah untuk mendeteksi, menjejaki dan mengidentifikasi target yang ditemui saat patroli, dan mengirimkan data yang diperoleh kepada kesatuan lain sebagai gambaran operasional. Pesawat EMB-145 AEW&C dapat melakukan misi tersebut dengan hasil yang memuaskan, dengan jarak instrumen sampai 450 km. Radar AEW dapat mendeteksi dan menjejaki target pada jarak jauh sebelum berubah menjadi ancaman nyata. Interogator IFF didukung database komando Kendali akan mengidentifikasi target secara cepat. (Faktor utama keberhasilan operasi AEW adalah tersedianya berbagai data akurat di database sebagai pendukung operasi). Data yang diperoleh dapat segera disampaikan ke unit lainnya untuk digunakan sebagai bahan masukan dalam menentukan strategi lanjut. EMB-145AEW&C merupakan derivatif dari pesawat ERJ 145 (Regional Jetliner), yang dimodifikasi dengan integrasi radar AEW dan sistem misi. Kerangka pesawat diperkuat, diberi peralatan navigasi model mutakhir, perangkat komunikasi termasuk data-link, dan APU (Auxiliary Power Unit). Kapasitas tanki bahan bakar diperbesar dan dilakukan revisi pada lauout interiornya. Dilengkapi dengan multi-mode active phased-array AEW radar dengan kemampuan Kodal yang sangat baik. Dilengkapi dengan ESM, self-protection dan sarana komunikasi yang termasuk data-link. Perangkat misi utama berupa radar ERIEYE dari Erocsson berupa actite phased-array pulse-Doppler radar serta sistem Kodal yang berada didalam pesawat. Perangkat electronic surveillance untuk memonitor aktivitas komunikasi dan non-komunikasi juga terintegrasi dalam sistem. Awak pesawat terdiri dari pilot-copilot, lima operator peralatan misi dan lebih dari tiga awak cadangan.
EMB 145 AEW&C saat ini dioperasikan oleh AU Brazil untuk kegiatan koordinasi pengintaian udara. Selain itu juga sudah masuk dalam jajaran angkatan bersenjata Yunani dan Mexico. ERJ145AEW&C Versi lain adalah pesawat EMB-145 RS (remote sensing) yang dilengkapi dengan synthetic aperture radar, forward-looking infra-red/television (FLIR/TV), multi-spectral scanner, COMINT (communications intelligence), ELINT (electronics intelligence) dan sistem perekam dan memproses data. Pesawat RS dapat memberikan informasi pemetaan secara akurat dan seketika. SPESIFIKASI: Panjang pesawat: 14,44 meter Tinggi keseluruhan: 6,75 meter Bentang sayap: 20,4 meter Bentang ekor: 7,55 meter Diameter fuselage: 2,28 meter Mesin: dua unit turbofan Allison AE3007A1 (single fan stage, bpr 5:1) Daya dorong maksimum: 7.426 lb (33kN) sea level/static. Dual redundant full-authority digital engine control (FADEC) tanpa back-up mekanikal. |