|
Patroli Perairan
Posted on: 2007-04-13 15:19:46 Isue perang melawan terror melibatkan semua unsur keamanan, termasuk keamanan laut/perairan. Kegiatan patroli perairan semakin ditingkatkan untuk mengawasi kawasan perairan dan menangkal penyusupan. Kegiatan patroli tidak saja dikawasan laut dan pantai tetapi juga difokuskan kesungai-sungai lebar yang dilakukan oleh unit-unit patroli kecil bersenjata lengkap. KEMBALI KE BROWN WATER STRATEGY. Kegiatan patroli keamanan pantai dan sungai dikenal sebagai konsep operasi ‘Brown Water Strategy’, dilakukan oleh kapal-kapal kecil, termasuk perahu karet dengan persenjataan lengkap serta peralatan pendukung kapal lainnya. Pada masa Perang Vietnam dikenal istilah Riverine Group yang merupakan revitalisasi grup setingkat batalyon yang dilengkapi dengan kapal-kapal patroli sungai seperti PIBER. Kini AL Amerika telah membentuk Riverine Squadron One (RIVRON 1) dan akan segera disusul dengan RIVRON 2, (dan RIVRON 3, tahun 2010). Setiap skadron dirancang terdiri dari konfigurasi kapal perairan untuk dioperasikan diwilayah yang dianggap rawan, mampu melakukan operasi berkelanjutan, serta mampu membawa unit taktis kecil ke laut lepas. Unit RIVRON berada dibawah struktur komando Naval Expeditionary Combat Command (NECC) yang dibentuk pada Januari 2006. NECC dibentuk untuk mampu melakukan peperangan dalam satu komando dengan kesiagan tinggi, dimana kekuatan ini memiliki unsur-unsur; EOD, Naval Coastal Warfare, Riverine forces, Combat Camera Atlantic, Expeditionary Combat Readiness Center, Navy Expeditionary Logistics Support function, dan Seabees. RIVRON 1 berpangkalan di pangkalan AL, Naval Amphibious Base Little Creek, Norfolk, Virginia. Untuk patroli di perairan dangkal dan sungai biasanya digunakan perahu karet serbu yang dapat membawa 13 personil lengkap dan dilengkapi dengan senapan mesin sekelas GAU-17 serta radio komunikasi marine-band VHF. Korps Marinir Inggris juga mengerahkan unit patroli laut dangkal diselatan Iraq dengan Offshore Raiding Craft (ORC) yang dibuat oleh Holyhead Marine, Inggris. Perahu karet patroli ini merupakan pembaharuan dari Rigid Raider Craft Mk 3 (RRC3) yang sudah tua. ORC memiliki daya muat beban yang lebih tinggi, demikian juga dengan kecepatan jelajahnya, dan mampu mengakomodasi personil dan peralatan setingkat regu. Dengan demikian ORC dianggap ideal untuk dioperasikan diperairan laut lepas maupun disungai lebar. BEBERAPA JENIS KAPAL PATROLI/PERAHU PATROLI PERRAIRAN. CB 90H Produk inovasi baru dari galangan kapal Swedia DOCKSTAVARVET dengan klasifikasi Combat Boat. Kapal ini juga diminati oleh angkatan laut Norwegia. Dibuat dengan struktur aluminium dengan rancangan untuk kapal serang cepat, kapal patroli dan kapal bersenjata senapan mesin berat sebagai pendukung operasi khusus. Senapan mesin berat dipasang secara permanent dan dioperasikan secara remote control. CB90H juga dapat dilengkapi dengan peluru kendali sejenis Hellfire, dua laras mortar caliber 12cm denga gyro stablizer dan juga senjata ranjau. Mampu membawa 21 personil tempur dengan peralatannya atau kargo sampai 4,5 ton. Unit propulsi berupa dua buah mesin disel waterjet masing-masing berkekuatan 460kW, mampu menjelajah secara berkelanjutan dengan kecepatan 40 knot. CB-90 kapal patroli versi non-militer menggunakan mesin disel yang masing-masing kerkekuatan 550 kW dan memiliki kecepatan 45 knot. Beberapa versi interceptor berkecepatan tinggi telah dipasok untuk Bea-Cukai Malaysia, menggunakan mesin utama dua buah MAN D2842 LE410, masingmasing dengan waterjet Rolls-Royce Kamewa FF-410 dengan kemampuan sprint sampai 50 knot dan kecepatan jelajah normal sampai 42 knot. Angkatan Laut Malaysia juga memiliki 17 unit CB-90H. Kapal Combat Boat 90/CB-90 di Swedia disebut sebagai "Stridsbåt 90". Selain Malaysia, kapal ini juga dioperasikan oleh AL Yunani, Estonia dan Mexiko. RAIDING CRAFT. Panjang: 4,7 meter Lebar: 1,9 meter Bobot kosong: 146 kg Bobot mesin maksimum: 110 kg. Penumpang: 10 orang Daya angkut maksimum (termasuk bahan bakar): 1.250 kg Jarak tempuh maksimum: bervariasi, tergantung berat beban dan jumlah bahan-bakar yang dibawa. F470 Combat Rubber Raiding Craft (CRRC) dikenal juga sebagai "Combat Rubber Reconnaisance Craft," perahu karet yang khusus dibuat oleh pabrik ”Zodiac” antara lain untuk dipergunakan oleh US Navy SEAL dan USMC. Perahu karet ini juga memiliki kemampuan untuk dioperasikan sebagai sarana angkut lintas cakrawala, pengangkut kelompok pasukan khusus untuk misi penyusupan, pendaratan pantai, dermaga, instalasi lepas pantai dan merapat ke kapal besar. Badan utama F470 atau disebut “gunnel” terdiri dari lima tabung udara yang saling berhubungan, pemisahan antara tabung oleh ruang sekat dan pipa penghubung. Dengan demikian tekanan udara pada masing-masing tabung akan terjaga dengan baik dan saling menyeimbangkan satu sama lain. Dua tabung tambahan terdapat dibawah pada kedua gunnel, disebut sebagai "speed skags," yang berfungsi sebagai bantalan untuk mengambangkan kapal. Tabung udara lainnya berupa tabung yang dapat dipompa yang terdapat disepanjang bagian bawah badan kapal membentuk "V" shape, tabung ini akan menjaga keseimbangan dan gerak kejut turun naik. Rusuk kapal terbuat dari bahan kayu pilihan yang kuat juga sebagai kedudukan mesin, dan "thrustboard" pada bagian haluan kapal untuk menjaga kestabilan kapal pada situasi under power. CRRC tidak memiliki proteksi balistik, maka pengoperasiannya lebih sering dilakukan untuk malam hari atau bergantung kepada elemen pendukungnya. Kapal Patroli kelas SKJOLD Kapal patroli cepat rudal kelas Skjold dikarakteristikkan sebagai kecepatan, kecilnya radar signature, ukuran kecil dengan persenjataan berat dengan kemampuan littoral (kapal siluman). Skjold yang artinya “tameng” memiliki hull air-cushioned catamaran, dengan propulsi waterjet. Kapal pertama dari kelas ini, KNM Skjold (P960), dikomisi pada bulan April 1999. dan Pemerintah Norwegia memesan lima unit lagi pada bulan June 2002. Kapal dibuat oleh galangan Umoe Mandal. Sementara itu dilakukan lagi pesanan tambahan pada tahun 2003 untuk penyerahan periode tahun 2007-2009. Lima kapal lainnya adalah; Storm (P961), Skudd (P962), Steil (P963), Glimt (P964), dan Gnist (P965). AL Amerika melakukan penelitian pada kapal kelas Skjold ini sejak September 2002 setelah dioperasikan di Amerika untuk jangka waktu 13 bulan, dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan latihan. Hal ini merupakan salah satu aspek perjanjian bilateral kedua negara. September 2003 Skjold kembali ke galangan Mandal untuk dilakukan upgrade pada sistem propulsinya. Dan uji laut dilakukan pada Nopember 2006. Kemampuan Operasi Siluman P-960. Salah satu aspek istimewa dari kapal patroli cepat kelas Skjold ini adalah kemampuan melakukan operasi siluman didaerah perairan (covert operation in littoral warfare), misalkan dengan menggunakan topografi perairan Norwegia yang banyak terdapat kepulauan, untuk melakukan pengintaian dan menghadapi kekuatan lawan pada jarak dekat secara tidak terdeteksi. Kapal dapat berlayar pada laut dangkal karena memiliki grought sekitar 0,9 sampai 2,3 meter. Rancangan Air Cushion Catamaran (ACC). Merupakan technologi mutakhir dari Surface Effect Ship (SES). Rancangan ACC berdasarpada bantalan udara diantara hull catamaran yang sudah diterapkan pada kapal pemburu ranjau Norwegia kels Oksoy. Sistem kestabilan kapal dibuat oleh VT Maritime Dynamics, termasuk sistem kendali pelayaran yang memonitor dan mengatur tekanan udara pada bantalan udara. Badan kapal (hull) dibuat dari bahan komposit dan luar dalamnya di lapis dengan fibre- reinforced plastic, komposisi dari laminasi fibreglass dan karbon dan dilapis lagi dengan vinyl ester dan lopyester resin. Skjold dilengkapi dengan sistem manajemen tempur SENIT 2000 yang dibuat oleh DCN International (Armaris) dan Kongsberg Defence And Aerospace. Sistem ini juga dipasang pada kapal patroli Norwegia kelas Hauk. SENIT 2000 memiliki tactical datalink 11 dan 16 (interoperable) dari Aeromaritime, memiliki response yang sangat cepat untuk pop-up ancaman udara seperti helikopter atau pesawat sayap tetap yang tiba-tiba muncul. Persenjataan yang ada seperti rudal anti-kapal NSM (Nye Sjoemaals Missiler/Strike Missile) sebanyak 8 buah, dilengkapi dengan pencari sasaran infra-merah dengan jarak sampai 150 km. NSM dipasok oleh Kongsberg. Rudal anti serangan udara jarak pendek dari kelas Mistral (twin launcher). Dan satu meriam utama Super Rapid Gun Oto Melara kaliber 76mm. Sistem senjata didukung dengan sistem sensor berupa radar Ceros 200 dari SaabTech, yang memliki kendali penembakan optronic baik untuk rudal maupun meriam. Ceros 200 terdiri dari radar target tracker yang bekerja pada Ku-band, kamera CCTV, thermal imager, video tracker dan laser rangefinder. Alat sensor lainnya berupa radar multi-peran dan sistem IFF jenis MRR-3D-NG yang beroperasi pada G-band dipasok oleh Thales Naval, Perancis. Radar ini memiliki phased array antena yang sangat ringan yang berfungsi sebagai surveillance radar maupun sistem sensor untuk pertahanan diri dengan perubahan mode secara otomatis. Mampu mendeteksi target pada low- and medium level dipermukaan laut pada jarak sampai 140 km, dan pada mode air surveillance 3D memiliki kemampuan deteksi sampai jarak 180 km, dan pada mode self-defence dapat mendeteksi dan menjejaki target dalam radius 60 km. Tactical Radar Surveillance System (TRSS) CS-3701 dipasok oleh EDO Reconnaissance & Surveillance Systems of Morgan Hill, California, berfungsi sebagai ESM dan RWR. Antena dengan cakupan 360 derajat dari EDO Antenna & Technologies, Deer Park, New York. Kapal dilengkapi juga dengan sistem decoy MASS (Multi-Ammunition Softkill) buatan Rheinmetall Waffe Munition (Buck Neue Technologien), Jerman. Dapat meluncurkan sampai 32 proyektil omni-spectral. PENGGERAK. Kapal Skjold digerakkan dengan sistem propulsi waterjet. Pada kapal prototype menggunakan konfigurasi CODAG (kombinasi disel dan gas turbin) dengan dua mesin gas turbin Rolls-Royce Allison 571KF (masing-masing 6.000kW/9.160HP), yang menggerakan dua waterjet Kamewa dan dua mesin auxiliary, MTU 6R 183 TE52 (275kW). Mampu menggerakkan kapal dengan kecepatan sampai 100km/jam (55 knot). Skjold seri baru menggunakan propulsi COGAD (kombinasi gas turbin dan gas turbin) menggunakan empat mesin gas turbin Pratt & Whitney; dua unit ST18M (2x4.000kW) dan dua ST 40M (2x2.000kW), menggerakkan dua unit waterjet Kamewa. Mesin auxiliary untuk maneuver, MTU 6R TE92 (3.700kW). Dua mesin lift fan MTU 12V TE92 (735kW) akan mengalirkan udara ke bantalan udara diantara hull catamaran. SPESIFIKASI: Panjang keseluruhan: 47,5 meter Beam: 13,5 meter Tinggi saat cushion: 15 meter Draught off cushion: 2,3 meter Draught on cushion: 0,9 meter Bobot bermuatan penuh: 270 ton Kecepatan maksimum: lebih dari 55 knot (100 km/jam) Kecepatan disel: 8 knot (14,8 km/jam) Propulsi: 2 unit Gas turbin @ 4.000kW dan 2 @ 2.000kW Mesin lift fan: 2 x 735kW Mesin untuk manuver: 2 x 370kW Generator, tiga phase: 440V, 228kW Waterjet: 2 unit US NAVY SEAL CRRC (Combat Rubber Raiding Craft) Zodiac dengan panjang 15 kaki, digunakan oleh pleton SEAL dan SDV untuk operasi lintas cakrawala dan penyusupan kepantai maupun kesungai. Ringan dan mudah dioperasikan oleh kelompok setingkat regu dan dapat diterjunkan dari pesawat angkut C-130 Hercules dengan sebutan "rubber duck". MATC (Mini-Armored Troop Carrier): kapal permukaan dengan panjang 36 kaki. Dirancang untuk patroli kecepatan tinggi, interdiksi dan misi serbu di sungai, pelabuhan dan areal perairan yang terlindung. Dapat membawa kelompok SEAL dan peralatannya secara cepat. Menggunakan propulsi waterjet, dilengkapi dengan tujuh pos senjata dan hydraulic bow ramp untuk memfasilitasi keluar-masuk pasukan dan peralatannya. Kapal ini digunakan dikawasan Amerika Tengah dan Selatan dalam operasi anti Narkoba. RIB (Ridged Inflatable Boat): inflatable boat dengan kekuatan sangat cepat dengan badan permanen. Terdapat dua versi RIB, versi panjang 24 kaki dan 30 kaki. Digunakan terutama untuk insertion dan extraction elemen taktis SEAL ke wilayah pantai musuh. Versi panjang 30 kaki menggunakan propulsi waterjet. PBL (Patrol Boat Light): jenis Boston Whaler 25-kaki, dari bahan fiberglass yang diperkuat dan dilengkapi dengan senjata (termasuk caliber .50 BMG dan caliber 7,62mm), digerakkan oleh motor penggerak. Ideal untuk patroli sungai. PBR (Patrol Boat River): Kapal patroli sungai dengan panjang 32 kaki, terkenal sejak masa perang Vietnam. Masih terdapat beberpa unit kapal ini dalam inventaris USN, kebanyak digunakan untuk keperluan latihan dan pendukung kegiatan lainnya. MK IV (Sea Spectre Patrol Boat MKIV): kapal penjelajah untuk operasi dilaut dalam dengan panjang 68 kaki, untuk melakukan patroli selama beberapa hari. Dilengkapi dengan senapan mesin berat caliber 25 dan 40mm serta Mortir kaliber 81mm. PB MKIII (Patrol Boat MK III): Platform patroli perairan dengan senjata kanon caliber 40mm. PC (Patrol Coastal Class): kapal operasi khusus kelas Cyclone. Merupakan satu-satunya kapal dalam jajaran NSW (Naval Special Warfare) yang berada diantara kelas perahu dan kapal (between boats and ships). Biasanya kapal ini akan membawa satu tim SEAL dan dua buah F470 CRRC. Panjang 170 kaki dengan lapisan baja pada struktur aluminium. Kapal ini dirancang untuk operasi pendukung lepas pantai dan operasi khusus dalam wilayah konflik berintensitas rendah. Mampu bergerak dalam jarak jauh tanpa dukungan kekuatan armada untuk mengantar tim SEAL kewilayah tujuan operasinya. NORTHROP GRUMMAN ACB. Untuk mendukung kebutuhan unit pasukan Riverine, pihak Grumman Corporation dan Aluminum Chambered Boats, Inc. (ACB), Bellingham, Washington. Bekerjasama memperkenalkan rancangan baru produk kapal patroli cepat untuk memenuhi kebutuhan Angkatan laut Amarika guna mengantisipasi program peperangan Riverine/Coastal. Kedua perusahaan setuju untuk merancang dan membuat unit demonstrasi technology dari riverine craft dengan perangkat navigasi, surveillance, sistem jaring koando-kendali dari Northrop Grumman, dan format badan kapal secara keseluruhan dari ACB. Aluminum Chambered Boats akan merancang unit demo dengan kemampuan maneuver yang tinggi, cepat dan stabil. Northrop Grumman akan melengkapi platform dengan sistem senjata dan sistem sensor, kesemuanya akan terintegrasi dengan arsitektur sistem komando dan kendali. Pelaut dan pasukan marinir dari gugus ekspedisi tempur akan menggunakan unit demo tersebut untuk mengembangkan konsep operasi perairan termasuk sungai. |