Posted by Militerium on: 2007-04-15 12:00:22 in category: Air Force [ Print | 3 Comment(s) ]
GRIPEN salah satu pesaat tempur multi-peran dari Eropa, dirancang sejak awal 1980an dan di poduksi oleh industri SAAB dari Swedia untuk pertamakali diluncurkan pada tahun 1988, dan akan menggantikan pesawat tempur terdahulunya Viggen dan Draken.
Pengembangan selanjutnya dilakukan bersama antara SAAB, Ericson Microwave Systems, Volvo Aero Corp. SAAB Avionics dan FFV Aerotech. Lalu dibentuk perusahaan Gripen International (SAAB & BAE Systems) untuk pemasaran internasional. BAE Systems terlibat dalam pembuatan main landing gear dan wing attachment unit.Produk pesawat tempur ini kemudian muncul dalam dua versi, JAS 39A versi awak tunggal dan JAS 39B versi dua awak, untuk latihan.
JAS 39B memiliki perangkat avionic dan persenjataan yang sama dengan JAS 39A. Adalagi varian JAS 39C, versi satu awak Batch 3 dan merupakan standar ekspor. JAS 39C memiliki layar saji cockpit berwarna on-board oxygen generation system (OBOGS) dan in-flight regueling system. JAS 39D merupakan versi dua awak dengan upgrade yang serupa dengan JAS 39C.
AU Swedia mengoperasikan 204 unit Gripen (28 unit versi dua awak), operator lainnya adalah Afrika Selatan, Hongaria dan Republik Ceko.
Posted by Militerium on: 2007-04-14 14:50:13 in category: Air Force [ Print | 2 Comment(s) ]
Pada artikel yang lalu kami beritakan bahwa pesawat tempur moderen F/A-18E/F Super Hornet sudah memasuki kawasan ini. Antara lain akan dioperasikan oleh Australia (24 pesawat) dan juga Malaysia (kontemplasi dari sudah memliki F/A-18D), sementara Singapura segera akan menerima F-15T.
F/A-18E/F Super Hornet merupakan modernisasi dari pesawat tempur pangkal darat dan kapal laut. Pengembangan Super Hornet tidak lepas dari kebutuhan US Navy untuk program Joint Strike Fighters (F-35C) yang melibatkan pihak Boeing. Diberitakan bahwa dalam program JSF pihak US Navy memiliki kebutuhan antara 28 sampai 100 unit F/A-18E/F, hal ini merupakan kompensasi dari pengistirahatan pesawat tempur F-14 (2006) dan EA-6B Prowler.
Posted by Militerium on: 2007-04-14 03:38:09 in category: Air Force [ Print | 1 Comment(s) ]
Industri pesawat udara Embraer dari Brazil cukup memiliki reputasi internasional dalam berbagai produknya. Dari pesawat jet sipil untuk eksekutif sampai kepada pesawat militer baik untuk misi tempur maupun misi patroli udara. Berbagai produk unggulan telah memasuki pasar internasional, antara lain pesawat peringatan dini (AEW) EMB-145A/R sampai pada pesawat pengintai perbatasan. Salah satunya adalah EMB-145 untuk program SIVAM.
SIVAM
Program proyek SIVAM (Sistema de Vigilancia de Amazonia) merupakan proyek perancangan pesawat patroli untuk memonitor akosistem kawasan Amazon dan akibat bagi aktivitas manusia disekitar kawasan tersebut. Dengan menggunakan platform pesawat EMB-145 buatan pabrik pesawat Embraer. SIVAM atau SIPAM – Amazonia Protection System, juga bergunaka untuk melakukan pengatan atas wilayah perbatasan Brazil disepanjang aliran sungai Amazon. Program SIVAM pertama kali diperkenalkan pada tahun 1992.
Posted by Militerium on: 2007-04-10 16:18:26 in category: Air Force [ Print | 2 Comment(s) ]
Dua jenis pesawat tempur TNI Angkatan Udara yakni Hawk 100/200 dan F-5 Tiger menyemarakkan peringatan HUT ke-61 TNI AU dengan melakukan demo udara di atas Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Senin (9/4). Selain 10 buah pesawat tempur yang akan meraung di angkasa Jakarta, juga 100 peterjun melakukan free fall.
Demo udara fly pass ini ditampilkan oleh para Perwira penerbang Skadron Udara 1 Lanud Supadio, Skadron Udara 12 Lanud Pekanbaru, dan Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi sebagai wujud rasa syukur atas kesetiaan dan pengabdian TNI Angkatan Udara dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan bangsa dan negara Indonesia selama 61 tahun.
Selama 61 tahun mengabdi bagi bangsa dan negara, TNI Angkatan Udara sudah memberi banyak arti bagi perjuangan bangsa. TNI Angkatan Udara ikut aktif dalam operasi-operasi militer, pengamanan wilayah perbatasan, pulau-pulau terluar, serta operasi kemanusiaan seperti membantu korban bencana alam. Hal ini merupakan wujud nyata dari peran serta TNI Angkatan Udara yang akan senantiasa diberikan demi bangsa dan negara.
Posted by Militerium on: 2007-04-03 12:51:05 in category: Air Force [ Print | 1 Comment(s) ]
Jakarta (ANTARA News) - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) dan Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force/RAAF) sepakat untuk bekerja sama dalam peningkatan kemampuan pilot dan pengadaan suku cadang pesawat tempur pada 2007.
Posted by Militerium on: 2007-01-01 10:06:02 in category: Air Force [ Print | 0 Comment(s) ]
Pesawat TNI Angkatan Udara, baik dari Skadron Angkut dan Helikopter Siap mendukung pelaksanaan tugas Basarnas (Badan SAR Nasional) dan siaga selama 24 jam untuk melaksanakan Operasi Militer Selain Perang berupa penanggulangan bencana dan kecelakaan transportasi, seperti pertolongan kepada korban tenggelamnya Kapal Laut KM Senopati Nusantara di perairan laut jawa dan hilangnya pesawat Adam Air, Senin (1/1) kemarin.
Posted by Militerium on: 2005-07-15 09:44:01 in category: Air Force [ Print | 0 Comment(s) ]
Polandia merupakan salah satu negara yang memiliki kekuatan darat bersenjata anti-serangan udara dalam jajaran angkatan lautnya. Baru-baru ini diberitakan bahwa kekuatan artileri anti-serangan udara tersebut akan menggelar alut sista yang dimodernisir dengan senjata utama meriam anti-serangan udara S-60 kaliber 57mm.
Modernisir terjadi pada system Komando dan Kendali batere artilerinya, antara lain Radar surveillance untuk obyek sasaran udara yang terbang rendah type N-22 yang beroperasi pada S-band, dengan jarak jangkauan mencapai 100 km. Radar ini dipasang pada kendaran truk taktis 4x4.
Posted by Militerium on: 2005-06-22 04:52:19 in category: Air Force [ Print | 0 Comment(s) ]
Superioritas diudara merupakan salah satu aspek pemenangan pertempuran. Superioritas diudara dapat dicapai apabila sebuah angkatan bersenjata memiliki kekuatan udara yang kuat dan moderen dan memiliki daya gempur yang tinggi. Hal tersebut adalah merupakan salah satu dalil konvensional yang dianut. Namun tidak kalah pentingnya dengan armada pesawat angkut berat yang mampu memindahkan bukan saja personil tetapi juga perlengkapan dan bekal logistic yang diperlukan guna mendukung suatu operasi pertempuran dimana daerah operasi berada jauh dari daerah basis.
Posted by Militerium on: 2005-03-29 07:00:06 in category: Air Force [ Print | 1 Comment(s) ]
Pada masa perang dingin Russia dikenal sebagai pesaing Amerika Serikat dalam berbagai industri militer dalam rangka perlombaan persenjataan, termasuk industri kedirgantaraannya. Salah satu produk industri strategis dirgantara Russia adalah pesawat sayap putar (Rotary Wing) atau Helikopter.
Mi-8/Mi-17 yang oleh NATO diberi kode ‘Hip' merupakan salah satu pesawat helicopter unggulan angakatn bersenjata Russia dimana jenis helicopter ini dapat dioperasikan dalam berbagai misi. Dari total 12.000 unit helicopter yang telah diproduksi oleh Mil Moscow Helicopter Plant JSC di Moscow dan Kazan Helicopter Plant JSC di Kazan, 2.800 unit diantaranya diekspor dan telah dioperasikan oleh lebih dari 50 Angkatan Udara diberbagai penjuru dunia.
Posted by Militerium on: 2004-06-21 04:47:30 in category: Air Force [ Print | 2 Comment(s) ]
Tanggal 13 sampai 17 Juni 2005 telah berlangsung pameran kedirgantaraan internasional di Paris, Perancis. Dalam pameran kali ini pesawat-pesawat komersial mendominasi ajang pameran yang sangat bergengsi ini.
Namun kehadiran pesawat-pesawat militer masih merupakan hal yang menarik bagi para pengunjung pameran. Delegasi militer dari berbagai Negara termasuk Indonesia hadir untuk dapat mengetahui perkembangan kemajuan teknologi kedirgantaraan secara menyeluruh. Dikatakan menyeluruh karena dalam pameran ini dipamerkan dari perangkat kebutuhan pendukung operasional didarat, pesawat komersial, pesawat militer sampai pada pesawat ruang angkasa.
Posted by Militerium on: 2004-04-26 04:42:48 in category: Air Force [ Print | 1 Comment(s) ]
Fasilitas Pembuat Pesawat tempur Rusia, Sokol Aircraft Building Plant di Nizhniy Novgorod, telah berupaya untuk menyelesaikan konstruksi produksi kedua dari pesawat latih Yakovlev Yak-130.
Prototype pertama pesawat latih ini telah diuji terbang pada tanggal 5 April 2005 lalu bertempat di Nizhniy Novgorod. Program ini akan dilanjutkan dengan pembuatan prototype ke-tiga.
Posted by Militerium on: 2004-03-29 06:44:15 in category: Air Force [ Print | 0 Comment(s) ]
Afrika Selatan merupakan salah satu Negara yang memiliki industri pertahanan yang dapat bersaing dipasar internasional. Salah satu industri pertahanan terkemuka Afrika Selatan yanitu Denel yang memproduksi berbagai jenis peralatan militer, diantaranya adalah pesawat helicopter serbu dengan sebutan ROOIVALK yang diproduksi oleh Perusahaan Denel Aviation.
Posted by Militerium on: 0000-00-00 00:00:00 in category: Air Force [ Print | 0 Comment(s) ]
Awal tahun 2004 lalu, pada even Pameran Kedirgantaraan Asia (Asian Aerospace 2004) Negara Singapura dipadati dengan persaingan promosi pesawat tempur modern. Bis-bis kota ditempeli dengan iklan antara lain Typhoon dari Eurofigther maupun Rafale, bahkan pada Koran-koran pagi diselipi dengan CDROM Pesawat tempur modern Rafale.