Posted by Militerium on: 2007-04-12 12:02:34 in category: General [ Print | 6 Comment(s) ]
Seringkali, kita merasa kecil dan tidak mampu jika mengingat kekuatan persenjataan militer kita. Lihat saja komentar-komentar yang muncul ketika ada konflik di Ambalat, dll. Ada yang nyinyir menyindir peralatan militer kita, dll. Lucunya, justru ada pihak lain yang justru mengukur dari sisi lain. Alhasil, menurut versi Global Fire Power, Indonesia menduduki peringkat ke 13 kekuatan militer dunia. Jauh diatas Australia (21), Thailand (23), Philipines (30) atah bahkan Iraq (34).
Posted by Militerium on: 2007-04-10 15:47:23 in category: General [ Print | 0 Comment(s) ]
Persyaratan Umum:
Warga Negara Republik Indonesia, pria, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, setia dan taat kepada Pancasila dan UUD 1945, sehat jasmani dan
rohani, berkelakukan baik, bukan Prajurit TNI, anggota Polri atau
Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan tidak sedang kehilangan hak menjadi
prajurit TNI/TNI AL, ada persetujuan/ijin dari orang tua/wali bagi yang
belum berusia 21 tahun, ada persetujuan dari Kepala Instansi bagi yang
sudah bekerja secara tetap sebagai pegawai/karyawan, pendaftar telah
bertempat tinggal sekurang-kurangnya satu tahun saat mendaftar.
Posted by Militerium on: 2007-04-10 12:45:11 in category: General [ Print | 0 Comment(s) ]
Jakarta (ANTARA News) - Indonesia berharap Amerika Serikat dapat memberikan kembali pelatihan kepada satuan-satuan TNI di masing-masing angkatan, terutama unit-unit pasukan khusus.
Posted by Militerium on: 2006-10-29 04:11:06 in category: General [ Print | 2 Comment(s) ]
Dalam majalah PATRIOT edisi khusus no. 21 Oktober 2006, Mayjen TNI Dadi Susanto yang menjabat Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Departemen Pertahanan Republik Indonesia mengemukakan mengenai pentingnya menyiapkan TNI yang professional dan dedikatif dari Prespektif Pertahanan Negara.
Posted by Militerium on: 2005-07-01 09:11:56 in category: General [ Print | 0 Comment(s) ]
Menarik sekali dalam salah satu komentar di Militerium.com ada pertanyaan mengapa Indonesia tidak mengoperasikan rudal dengan jarak sampai 1.000 km (seribu kilometer) dan juga diungkapkan mengenai kemampuan sumber daya manusia nasional dengan banyaknya mantan pekerja PT. IPTN (Kini PT. Dirgantara Indonesia) yang bekerja di luar negeri antaranya disebut di Boeing.
Indonesia merupakan kegara kepulauan dengan wilayah terbesar adalah udara disusul dengan kawasan laut baru kawasan daratan. Secara logika keberadaan Rudal jarak jauh dapat diterima, tetapi konsekuensinya untuk dioperasikan di Indonesia apabila terjadi kesalahan pentargetan sasaran akan terkena wilayah nasional sendiri.
Posted by Militerium on: 2005-06-29 09:01:51 in category: General [ Print | 0 Comment(s) ]
Masalah embargo peralatan militer, terutama Alut Sista (Alat Utama Sistem Persenjataan) menjad masalah besar dalam memelihara kemampuan sebuah Angkatan Bersenjata.
Peralatan militer berupa sarana pendukung daya gerak dan daya gempur merupakan sarana yang mutlak berada dalam jajaran angkatan bersenjata. Untuk memelihara keberadaannya sesuai dengan batas jumlah minimum patokan logistic diperlukan adanya penambahan dan penggantian peralatan yang rusak ataupun sudah usang.